Beranda Aktualita Implementasi Pendidikan Karakter Belum Merata

Implementasi Pendidikan Karakter Belum Merata

30
0


TEROPONGBULUSARAUNG.COM, PANGKEP – Implementasi dari pendidikan karakter belum merata di seluruh tanah air Indonesia dan juga bukanlah hal yang dapat dilakukan secara instan karena dapat memiliki beberapa penghalang mulai dari fasilitas, akses, dan sumber daya manusia.
***
Fasilitas yang disediakan pemerintah terbilang masih kurang memadai menyebabkan tidak dapat dinikmati secara merata di seluruh bagian Indonesia termasuk di Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan, yang dikenal dengan julukan daerah tiga dimensi (Daratan, Pegunungan dan wilayah Kepulauan), masih banyak bagian wilayah terpencil yang belum dapat mengenyam pendidikan dengan baik, ungkap sejumlah kepala sekolah di Pangkajene, Sabtu (9/3/2019)
Sekolah di daerah terpencil yang sulit untuk dijangkau bagi sebagian peserta didik menimbulkan permasalahan tersendiri untuk difikirkan oleh pemerintah. Di wilayah terpencil ditemukan adanya anak didik (anak sekolah) yang harus menyeberangi sungai, bukit dan menyeberangi laut lepas yang sangat berbahaya semata untuk sampai di sekolah.
Di bagian lain, masih ditemukan adanya guru yang mengajar di sekolah tidak profesional dan tidak berkarkter. Hal ini tentu merupakan salah satu permasalahan serius yang harus memperoleh perhatian untuk dicarikan solusinya agar terlahir generasi unggul yang ditopang oleh tenaga pengajar yang profesional dan berkarakter. Tetapi bilamana tenaga pengajar tidak professional dan tidak berkarakter niscaya tidak dapat dijadikan panutan bagi siswanya.
Bagaimana siswa akan memiliki karakter yang baik dimana mereka memperhatikan contoh yang tidak baik dari guru, seperti guru yang melakukan perbuatan tidak senonoh kepada siswanya niscaya akan melahirkan siswa berkarakter buruk seperti siswa yang suka bolos, penikmat narkoba, dan lain-lain karena siswa tidak dapat menerima penerapan dari guru yang tidak kompeten dalam penyaluran karakter positif.
Dalam implementasinya, pendidikan karakter hendaknya dibentuk dengan cara sistematis yang di dalamnya terdapat aspek afektif, kognitif dan psikomotorik yang berjalan beriringan dalam proses pendidikan. Sebagai contoh wujud implementasi tiga hal diatas adalah ketika seorang telah mampu untuk menjadi seorang siswa cerdas dalam proses belajar di kelas, memiliki akhlak yang baik, serta aktif dalam kegiatan ekstra maupun olahraga berikanlah peluang dan kesempatan untuk menunjukkan dan mempertontonkan kemampuan mereka dengan mengikutsertakan pada even-even tertentu termasuk OSN. Tanpa adanya sikap yang baik maka perkembangan pengetahuan dapat menurunkan nilai luhur anak bangsa, melemahkan kepribadian yang baik, dan membuat generasi anak bangsa sebagai generasi yang tidak berpotensi mempertahankan dan mengembangkan kesejahteraan bangsa.
Untuk menghasilkan generasi emas yang berkarakter tentu harus mengetahui apa tuntutan dunia pendidikan dan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pada abad modern ini perkembangan ilmu, teknologi dan komunikasi bergerak sangat cepat. Perkembangan ini menjadi kebutuhan bagi dunia untuk berkembang. Hal ini harus seiring dengan sikap masyarakat yang terbuka, beretika, dan toleran. Karena perkembangan ini berkaitan dengan kesehatan, budaya, lingkungan, ekonomi, dan lainnya. Dengan adanya sikap ini masyarakat dapat mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Salah satu tuntutan dunia abad 21 adalah keahlian dalam teknologi dan layanan yang cepat sehingga dapat bertahan dalam persaingan industri. Hal lain yang dapat menguntungkan dari mengikuti perkembangan adalah adanya kemajuan, peningkatan efektifitas, dan efesiensi kerja. Tetapi ada hal negatif dari mengikuti perkembangan jika tidak bisa dikontrol atau dipilah-pilah yaitu budaya asing yang masuk ke masyarakat sehingga dapat mengakibatkan ketidak harmonisan masyarakat, kesenjangan mayarakat dan kecemburuan sosial, maka dari itu pendidikan berkarakter sangat dibutuhkan yang diajarkan oleh pendidik terhadap peserta didiknya.
Solusi dari masalah yang muncul dalam proses pendidikan karakter adalah memiliki guru yang profesional. Guru yang professional akan meningkatkan hal belajar siswa lebih baik daripada guru yang belum profesional. Guru profesional memiliki tugas yang lebih banyak daripada guru biasa yaitu membuat pembelajaran yang bermutu, pembelajaran yang bermanfaat untuk lulusan, dan pembelajaran yang relevan dengan dunia kerja. Dan kompetensi yang harus dimilki oleh guru profesional adalah basis pengetahuan, pedagogi, personal atribut, dan kepemimpinan. Disamping itu guru profesional harus terintegrasi dan mempunyai kemampuan kolaborasi, teknologi, komunikasi dan evaluasi. Dengan adanya kompetensi yang dimiliki oleh guru profesional maka peserta didik dapat mengecam pendidikan berkarakter sehingga dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.
Model pendidikan pada abad 21 memiliki hal penting yaitu berfikir kritis, mampu menyelesaikan masalah, kreatif, inovatif, komunikatif dan kolaboratif. Kemudian dituntut untuk memiliki kesadaran akan kesehatan dan kebugaran, rasa naionalisme yang tinggi, finansial, ekonomi, bisnis, enterpeuner, dan kesadaran global.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter penting untuk peserta didik dalam mengembangkan nilai agama, pancasila, budaya dan tujuan pendidikan nasional. Tujuan dari pendidikan karakter adalah agar generasi Indonesia dapat menunjukkan jati dirinya untuk bersaing di dunia industry. Sekolah dan guru professional mempunyai peran penting dalam mewujudkan pendidikan karakter disamping adanya peran pemerintah, orang tua dan masyarakat. (sn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here