Beranda Politik MENUJU PARLEMEN Hj. Muliana : Mohon Do’a Guru Ngaji

MENUJU PARLEMEN Hj. Muliana : Mohon Do’a Guru Ngaji

98
0


TEROPONGBULUSARAUNG.COM, PANGKEP – Ketua Majelis Taklim Nurul Fatimah Matahari yang “maccaleg” lewat partai Persatuan Indonesia (PERINDO) dengan nomor urut 3 (tiga), daerah pemilihan Pangkep 1 meliputi Kecamatan Pangkajene, Minasate’ne dan Balocci memohon do’a dan dukungan para guru ngaji, pengurus dan anggota majelis taklim, qari dan qariah, mubaliqh dan muballiqha, guru PAUD, pengurus mesjid, tokoh masyarakat serta masyarakat Pangkep pada umumnya.
***
Ini dimaksudkan agar bisa memuluskan perjuangan Hj. Muliana menuju Parlemen (DPRD) Kabupaten Pangkep. Bila diberi amanah dan kepercayaan, Insya Allah semua aspirasi masyarakat Kabupaten Pangkep teristimewa masyarakat Pangkajene, Minasate’ne dan Balocci akan diperjuangkan agar bisa mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Do’a, harapan dan dukungan tersebut disampaikan Hj. Muliana saat melakukan pertemuan silaturrahmi dengan tim pemenangannya di Jalan Matahari Pangkajene Kabupaten Pangkep. “Harapan kami agar segenap elemen masyarakat terutama kaum perempuan untuk dapat memberikan do’a dan dukungannya agar dapat mewakili kaum perempuan di parlemen, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangkep periode 2019 – 2024,” pinta Hj. Muliana.
Mariki bersatu padu mengantarkan wakilta di Parlemen, janganki lupa pilih nomor urut 3 (tiga) partai Persatuan Indonesia (PERINDO) pada tanggal 17 April 2019 mendatang. “Janganki remehkan kaum perempaun, kini saatnya kaum perempuan bersuara lantang di parlemen demi memperjuang peningkatan pemberdayaan kaum perempuan,” tandasnya.
Dengan memilih nomor urut 3 (Tiga) partai Persatuan Indopnesia (PERINDO) calon legislatif Kabupaten Pangkep melalui daerah pemilihan Pangkep 1 meliputi Kecamatan Pangkajene, Minasate’ne dan Balocci, Insya Allah, ada tommi wakilta di DPRD Pangkep yang mau memperjuangkan peningkatan pemberdayaan kaum perempuan di daerah ini.
Perempuan memiliki peran penting dalam memperjuangkan hak-hak rakyat. Sosok perempuan dibutuhkan untuk ikut andil dalam pengambilan keputusan sejumlah kebijakan di pemerintahan.
Peran perempuan tidak sekedar ibu yang mengurus urusan rumah tangga. Di balik itu, menurut Hj. Muliana, perempuan adalah sosok kuat yang juga dapat membantu suami dalam berbagai hal. Dalam kehidupan berbangsa, perempuan dapat bersuara untuk memperjuangkan haknya.

Di bagian lain , Hj. Muliana, calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Pangkep nomor urut 3 dari Partai Persatuan Indonesia (PERINDO), daerah pemilihan Pangkep 1 (satu) bertekad memperjuangkan hak-hak kaum perempuan pedesaan sekaligus mengoptimalkan peran politik perempuan di daerah tiga dimensi Kabupaten Pangkep.
Keterlibatan kaum perempuan dalam kancah politik, bukan hal baru. Hj. Muliana yang terjun ke dunia politik karena panggilan Nurani semata, sebagai upaya mengangkat harkat kaum perempuan pedesaan dan ingin menunjukkan bahwa perempuan bisa tonji berkiprah di panggung politik yang memang sangat membutuhkan kesiapan mental. Bukan itu saja, Hj, Muliana ingin mengenyahkan anggapan yang selama ini mengidentikkan dunia politik dengan kaum lelaki, karena politik adalah dunia keras. Butuh otot, padahal di dalam kancah politik yang dibutuhkan adalah kemauan untuk melakukan perubahan.
Itulah sebabnya, pada Pemilihan Caleg 17 April 2019 mendatang, Hj. Muliana siap bertarung dalam arena politik menuju kursi parlemen DPRD Pangkep dengan tekad meraih suara terbanyak di daerah pemilihan Pangkep 1 (satu) meliputi Pangkajene, Minasate’ne, serta Kecamatan Balocci.
Dewasa ini, menurut Hj. Muliana yang sehari-hari dikenal sebagai Ketua Majelis Taklim Nurul Fatima Matahari, dirinya menjalani karir di bidang politik dan kemasyarakatan untuk membela hak-hak kaum perempuan.
Namun demikian, bila dia diberi amanah dan kepercayaan oleh masyarakat untuk masuk sebagai salah seorang anggota dewan di parlemen (DPRD Pangkep), ia pun akan berjuang untuk terwujudnya pemerataan pembangunan. Di dunia politik, banyak hal yang bisa dilakukan untuk kepentingan masyarakat utamanya masyarakat yang terpinggirkan.

“Jangan ki beranggapan bahwa perempuan di partai politik hanya sebagai pelengkap kuota saja, tapi mari kita buktikan bahwa perempuan bisa tonji duduk di parlemen,” imbuh Hj. Muliana sembari memohon doa dan dukungan segenap elemen masyarakat teristimewa para wajib pilih, baik yang berdomisili di perkotaan maupun di perkampungan terpencil Kecamatan Pangkajene, Minasate’ne dan Kecamatan Balocci.
“Bantuka sajing, tapilei nomor urut 3 dari Partai PERINDO, Insya Allah kalau saya duduk di parlemen (DPRD Pangkep) ku bantu tokki,” ujar Hj. Muliana menutup perbincangan. (taqwa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here